Selain itu, Wapres juga meminta Pemuda Katolik agar terus bersinergi untuk mengawal program-program pemerintah. Menurutnya, berbagai tantangan berat ke depan akan mudah dihadapi dengan keterlibatan para pemuda.
“Pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan akan diakselerasi jika pemuda-pemudanya ikut, sekali lagi terlibat, ikut dalam awal perencanaan, ikut memonitor, dan ikut mengevaluasi,” tandasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Pemuda Katolik Periode 2024 – 2027 Stefanus Gusma melaporkan bahwa sesuai hasil Kongres Ke-19 Pemuda Katolik di Palangka Raya, Pemuda Katolik berkomitmen untuk mengawal keberlanjutan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Komitmen ini mencakup tiga isu strategis yaitu masalah stunting dan gizi buruk, pekerja migran, serta lingkungan hidup.
“Soal stunting dan penanganan gizi buruk, kita juga akan mencoba semaksimal mungkin terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis,” ujarnya.
Kemudian terkait isu pekerja migran, menurut Gusma, Pemuda Katolik telah membangun kerjasama dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan aktif dalam advokasi, termasuk penyelesaian berbagai kasus kriminalisasi.
“Isu yang ketiga, terkait lingkungan hidup, kami akan mengembangkan secara serius yang sekarang sudah berdiri, yaitu Bank Sampah Digital yang sudah didirikan Pemuda Katolik Banten,” pungkasnya.
Hadir pada kesempatan ini, Ketua Umum KWI Uskup Antonius Subianto Bunjamin, segenap anggota PP Pemuda Katolik, serta para pimpinan organisasi kemasyarakatan dan pemuda lintas agama. [asp]







