Aktivitas dan Perilaku Pemain Koin Jagat Mulai Meresahkan, Pemprov DKI Siapkan Antisipasi dan Kemungkinan Sanksi

Pemprov DKI kerahkan Satpol PP menjaga Fasos dan Fasum dari kemungkinan gangguan dari aktivitas permainan Koin Jagat/Berjak.

Sementara itu Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan menuturkan, tren permainan koin Jagat telah menarik perhatian warga dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Masalahnya, permainan ini tak hanya di dunia maya, tapi juga didunia nyata, Permaianan ini yang melibatkan Aplikasi Jagat ini memungkinkan pengguna mencari koin virtual di dunia nyata untuk ditukarkan dengan uang.

Untuk itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta untuk menjaga fasilitas publik dari potensi kerusakan.

“Kami mengawasi aktivitas ini, terutama di fasilitas umum seperti taman. Jangan sampai fasilitas yang ada rusak akibat permainan ini,” ujar Satriadi, Senin (13/1/2024).

Ia menyampaikan, Satpol PP DKI Jakarta menempatkan personel di lapangan dengan pendekatan humanis untuk menyatukan tren ini. Petugas mengingatkan pemain untuk tidak merusak fasilitas umum.

Satriadi menjelaskan, personel di lapangan juga berkoordinasi dengan pengelola dan petugas keamanan mal untuk ikut menjaga keamanan.

“Kami mengimbau dan mengingatkan, bahkan melarang jika aktivitas tersebut berpotensi merusak kesehatan. Tapi terkait aplikasi di ponsel mereka, kami tidak bisa mengawasi langsung,” jelas Satriadi.

Ia mengatakan, terkait pelaku pelanggaran, Satpol PP DKI Jakarta akan melakukan pelatihan dan pendataan terhadap yang merusak fasilitas umum. Namun, sanksi formal belum ditentukan.

“Kalau sudah ada kerusakan, kami akan meminta data dari yang bersangkutan. Saat ini, kami fokus pada langkah preventif sambil membahas sanksi lebih lanjut secara internal,” ucapnya.

Ia berharap, masyarakat tetap menikmati tren viral secara bijak tanpa merugikan fasilitas umum atau melanggar aturan.

“Kami mengimbau warga untuk memanfaatkan ruang publik dengan tanggung jawab, sehingga menjaga kenyamanan bersama,” tandas Satriadi.[zul]

Exit mobile version