Bantu Atasi Defisit Protein Hewani Bagi Anak Indonesia, So Nice Bakal Edukasi 380 Sekolah se-Jawa dan Bali

Press conference program Zona Main So Nice - Jagonya Jajanan Protein yang akan menyasar 380 sekolah se-Jawa dan Bali yang berlangsung di Amanaia Resto Satrio, Jakarta Selatan, Jumat (31/1/2025)/fkn

“Untuk itu, tahun ini kami menghadirkan “Zona Main So Nice – Jagonya Jajanan Protein” yang mengedukasi anak-anak dengan cara seru, sehingga dapat dipahami dengan baik oleh anak-anak.  Secara holistik fun education ini akan melibatkan guru dan orang tua, sehingga tidak hanya anak yang mengerti tentang pentingnya protein hewani namun juga didukung oleh orang tua dan gurunya,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga memahami bahwa edukasi untuk anak usia Sekolah Dasar memerlukan cara penyampaian yang menarik. Untuk itu, melalui program ini So Nice menciptakan berbagai permainan seru yang dapat dimainkan oleh banyak siswa seperti permainan ular tangga. Anak-anak akan diajak belajar dan bermain sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat diingat dengan baik.

“Selain mengedukasi mengenai pentingnya protein hewani, permainan ini juga dapat melatih kerjasama, komunikasi, fair play, dan solidaritas. Permainan ini kami berikan untuk sekolah sehingga masih dapat terus dimanfaatkan untuk anak-anak bermain bersama,” terang Pritha.

“Kami ingin menghadirkan perubahan nyata dalam pola makan anak-anak Indonesia dengan menyediakan pilihan jajanan yang mengandung protein hewani, juga kebiasaan hidup sehat dengan mengonsumsi protein hewani setiap hari. So Nice, salah satu produk makanan berprotein hewani yang praktis untuk dikonsumsi anak-anak, diproduksi dengan teknologi modern dan memenuhi standar keamanan pangan, dapat dijadikan opsi untuk memenuhi kebutuhan protein hewani,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Arief Tirtana, Guru yang juga seorang Content Creator. Menurutnya, di era sekarang, menyampaikan edukasi kepada anak memerlukan pendekatan yang lebih kreatif dan menantang. Mereka tidak hanya butuh informasi, tetapi juga pengalaman yang menyenangkan dan mengesankan. Ketika belajar menjadi sebuah petualangan yang seru, mereka akan lebih mudah mengingat dan memahami.

“Sebagai pendidik, kita harus bisa beradaptasi dengan dunia mereka, menciptakan interaksi yang penuh warna, dan menjadikan setiap pelajaran tidak hanya sebuah kewajiban, tetapi juga sebuah kesenangan yang tak terlupakan,” katanya. [Zul]