Obrolan sederhana ini membuat mereka merasa saling mengerti dan memiliki visi yang sama. Habibie terkesan dengan kecerdasan dan ketulusan Ainun, sementara Ainun melihat dedikasi Habibie untuk memajukan Indonesia. Pertemuan ini menjadi awal dari hubungan yang semakin dekat.
Hubungan mereka semakin serius, dan pada 12 Mei 1962, BJ Habibie dan Hasri Ainun Besari menikah di Bandung. Sebulan setelah pernikahan, mereka terbang ke Jerman untuk memulai hidup baru bersama.
Tiga tahun pertama pernikahan, Habibie fokus membangun karier, sementara Ainun mengurus rumah tangga. Meskipun hidup di perantauan, Ainun selalu mendukung suaminya dengan penuh cinta dan pengertian.
Kisah cinta mereka adalah bukti bahwa cinta sejati dapat tumbuh dari obrolan sederhana dan saling memahami visi hidup.
Pernyataan Ainun, “Aku tidak bisa berjanji untuk menjadi istri yang baik, tapi aku berjanji akan selalu mendampingimu,” mencerminkan komitmen dan kesetiaannya yang luar biasa.
Kisah cinta BJ Habibie dan Hasri Ainun Besari tidak hanya menginspirasi pasangan muda, tetapi juga menunjukkan betapa pentingnya saling mendukung dalam mencapai cita-cita. Cinta mereka adalah cinta yang tumbuh bersama, penuh pengertian, dan saling menghargai.
Kata – Kata
“AKU TIDAK BISA BERJANJI UNTUK MENJADI ISTRI YANG BAIK, TAPI AKU BERJANJI AKAN SELALU MENDAMPINGIMU”
Dr. Ny. Hj. Hasri Ainun Besari.
