OTOMOTIF, FAKTANADIONAL.NET – Indonesia tengah menatap masa depan dengan semangat inovasi di bidang otomotif, terutama melalui pengembangan kendaraan listrik buatan dalam negeri.
Dengan melimpahnya sumber daya nikel, potensi untuk menciptakan mobil listrik yang ramah lingkungan semakin terbuka lebar.
Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri ini, sejalan dengan komitmen mencapai net zero emission pada tahun 2060 dan bahkan lebih cepat sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Meskipun saat ini produksi mobil listrik di Indonesia baru mencapai 1,2 juta unit per tahun, pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 2,5 juta unit pada tahun 2030.
Investasi asing dari produsen global seperti Hyundai, BYD, dan Wuling sudah turut menggerakkan roda industri otomotif, namun harapan terbesar adalah peran aktif anak bangsa dalam inovasi dan produksi kendaraan listrik yang dapat bersaing di pasar dunia.
Melimpahnya cadangan nikel di Indonesia menjadi salah satu modal utama dalam pengembangan baterai kendaraan listrik.
Teknologi baterai yang semakin canggih memungkinkan Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga produsen baterai berkualitas tinggi.
Riset dan inovasi di perguruan tinggi seperti ITS telah menghasilkan berbagai prototipe dan desain kendaraan listrik, membuka jalan bagi industri otomotif dalam negeri untuk mengambil peran lebih besar.











