Koordinasi antara Kementerian Perhubungan, Polri, dan institusi terkait pun semakin diperkuat untuk mengantisipasi potensi lonjakan arus mudik yang dipicu penerapan WFA.
Dudi Purwagandhi menegaskan bahwa kebijakan WFA tidak hanya berdampak pada pola kerja, tetapi juga memiliki implikasi signifikan terhadap mobilitas masyarakat selama musim liburan.
Menurutnya, dengan diberlakukannya WFA, sebagian masyarakat yang seharusnya bekerja di kantor kini memiliki fleksibilitas waktu sehingga dapat memilih untuk mudik lebih awal.
Hal ini membuat pemerintah harus semakin giat dalam memantau dan mengelola arus pemudik agar tidak terjadi penumpukan di jalan raya.
Berbagai pemangku kepentingan, mulai dari aparat keamanan hingga instansi transportasi, telah melakukan koordinasi sejak dini guna mengantisipasi pergerakan yang semakin meningkat.
Kebijakan ini, meskipun menantang, merupakan langkah inovatif dalam mengatur mobilitas dan memastikan kelancaran arus mudik di tengah penerapan sistem kerja baru.
Dudi menekankan pentingnya kesiapan semua pihak untuk bekerja sama demi kesuksesan pelaksanaan program Lebaran 2025.
Dengan perencanaan yang matang, diharapkan seluruh perjalanan pemudik dapat berjalan dengan tertib dan aman.[dit]











