Perpanjangan Gencatan Senjata Myanmar oleh ASEAN

Gencatan senjata/(ilustrasi/@pixabay)

INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL
NET
– Konflik berkepanjangan di Myanmar kembali menunjukkan secercah harapan setelah Perdana Menteri Malaysia sekaligus Ketua ASEAN, Datuk Seri Anwar Ibrahim, mengumumkan indikasi perpanjangan gencatan senjata antara junta militer Myanmar dengan Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) bayangan.

Langkah ini diambil untuk memastikan pasokan bantuan kemanusiaan dapat disalurkan secara efektif ke wilayah terdampak gempa dahsyat akhir Maret lalu yang menewaskan lebih dari 3.600 jiwa dan mengungsi jutaan penduduk.

Meskipun gencatan senjata awal 2–22 April 2025 sempat diperpanjang selama 20 hari, operasi militer di beberapa kawasan masih terus berjalan.

Dalam pertemuan tingkat tinggi di Bangkok pada 17–18 April, Anwar Ibrahim menegaskan perlunya “tidak ada provokasi yang tidak perlu” agar “seluruh upaya kemanusiaan tidak gagal.”

ASEAN berkomitmen untuk membuka dialog lintas semua aktor, termasuk kelompok etnis bersenjata tertua dan terluas di perbatasan, demi memastikan jalannya rekonsiliasi dan distribusi bantuan.

Anwar menyampaikan bahwa pertukaran informasi awal dengan Panglima Tertinggi Min Aung Hlaing (SAC) dan NUG berjalan sangat konstruktif.