Berdasarkan kelompok sektor nonmigas, industri pengolahan memimpin dengan nilai US$ 18,16 miliar, tumbuh 2,98% mtm dan 9% yoy.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencapai US$ 570 juta (1,73% mtm, 32,8% yoy), sedangkan pertambangan mencapai US$ 3,07 miliar (16,96% mtm, –26,35% yoy).
Ekspor Januari–Maret 2025 naik 7,84% dibanding periode yang sama tahun lalu, dengan andil industri pengolahan sebesar 12,18%.
Amalia menambahkan bahwa eksportir di sektor logam dasar bukan besi, nikel, dan semikonduktor mampu memanfaatkan permintaan global, yang mendorong kinerja positif ekspor Indonesia.[dit]
