Gerakan penanaman matoa sejalan dengan prinsip Islam rahmatan lil ‘alamin—memelihara bumi. Pesantren ini akan menampung mahasiswa global, menyediakan kurikulum kombinasi sains modern dan studi Islam tradisional.
Lebih jauh, Menag menyampaikan rencana kemanusiaan Presiden Prabowo Subianto untuk mengundang 1.000 Warga Gaza ke Indonesia guna mengakses pendidikan dan layanan kesehatan.
Langkah ini memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang peduli dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan universal.
Dengan inisiatif kampus internasional, penguatan budaya riset, dan dukungan skema beasiswa lintas negara, Indonesia siap menjadi rujukan baru bagi dunia Islam.
Aspek keamanan dan kerukunan sosial menjadi magnet bagi sarjana dan cendekiawan dari Timur Tengah untuk menimba ilmu di negeri dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia.[dit]











