JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah Indonesia, melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, telah mengambil langkah proaktif untuk mengantisipasi kebijakan tarif resiprokal dari Amerika Serikat yang kini mencapai 32%
Dalam pernyataannya dikutip dari Antara pada Sabtu, 26 April 2025, Sri Mulyani menegaskan optimisme bahwa strategi ini tidak hanya akan meredam gejolak, tetapi juga membuka celah bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Di tengah ketidakpastian global, dialog dan diplomasi menjadi senjata utama.
Dalam upaya meredam potensi dampak negatif, Indonesia menerapkan pendekatan dialogis yang mendalam dengan Pemerintah AS.
Melalui pembicaraan intensif, Pemerintah RI berusaha memahami kekhawatiran Negeri Paman Sam terkait defisit neraca perdagangan.
Sebagai tawaran solusi, Indonesia mengusulkan opsi-opsi konkrit yang diharapkan bisa menyeimbangkan neraca kedua negara, mulai dari peningkatan akses pasar AS, hingga perjanjian bilateral di sektor energi dan teknologi.
