Transaksi Judol Rp 1.200 Triliun: Mengapa Masyarakat Pilih Judol daripada Saham?

Transaksi Judol Rp 1.200 Triliun: Mengapa Masyarakat Pilih Judol daripada Saham?/(Ilustrasi/@pixabay)

Masalah Hukum: Judi online ilegal di Indonesia; pelaku bisa terjerat pidana.

Gangguan Psikologis: Stres, depresi, hingga risiko kriminalitas meningkat pada pecandu.

Padahal, pasar modal telah disediakan regulator—BEI dan OJK—dengan mekanisme proteksi investor dan edukasi literasi keuangan.

Transaksi saham retail pun dilindungi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga level tertentu.

Untuk mengalihkan minat dari judol, perlu kampanye literasi keuangan masif, penyediaan platform investasi mikro, dan insentif fiskal—misalnya potongan pajak bagi investor pemula.

Perbaikan ekosistem digital investasi juga penting agar proses buka rekening saham semakin mudah dan cepat.[dit]