CBA Kritik Penindakan Emas Ilegal di Kalimantan Barat, Soroti Nama-Nama Besar yang Luput dari Hukum

Uchok Sky Khadafi, Direktur Center of Budget Analysis (CBA). (Dok: Ist)
Uchok Sky Khadafi, Direktur Center of Budget Analysis (CBA). (Dok: Ist)

PONTIANAK, FAKATANASIONAL.NET – Direktur Center of Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, memberikan tanggapan terkait penggerebekan Polresta Pontianak terhadap pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kalimantan Barat.

Dalam penggerebekan yang berlangsung pada Minggu dini hari (4/5/2025) di kawasan Jalan Suprapto, Pontianak, ditemukan puluhan kilogram emas ilegal yang disimpan di sebuah rumah yang diduga milik tersangka korupsi berinisial (SB).

Menariknya, rumah tersebut juga disebut-sebut sebagai tempat tinggal adiknya yang berinisial (LS), yang terlibat dalam dugaan praktik pertambangan ilegal.

Uchok menilai bahwa penindakan terhadap jaringan tambang emas ilegal ini masih sangat terbatas, hanya menyentuh pelaku lapangan tanpa menyasar para aktor besar yang lebih berperan dalam bisnis ilegal ini.

“Saya melihat ini bukan penggerebekan biasa, tapi lebih ke konflik antar mafia emas ilegal,” ujarnya.

Ia pun mempertanyakan mengapa hanya jaringan SB yang terungkap, sementara nama-nama besar seperti AS, yang sudah lama menjadi perbincangan di tingkat pusat, justru tidak tersentuh oleh proses hukum.

Baca Juga: Polresta Pontianak Amankan Puluhan Kilogram Emas Ilegal Saat Gerebek Narkoba, Nilainya Fantastis!

Exit mobile version