Namun belum ada perjanjian komprehensif yang dapat mengubah sentimen jangka panjang.
Ibrahim melihat peluang emas rebound jika tensi geopolitik kembali memanas, misalnya konflik Rusia-Ukraina dan krisis kemanusiaan di Gaza. Volatilitas ini memicu pelarian ke aset lindung nilai, mendongkrak harga emas.
Menurut Ibrahim, fund besar kemungkinan melakukan taking profit hingga US$ 3.100 sebelum kembali masuk.
Bagi investor ritel, emas tetap direkomendasikan sebagai portofolio jangka menengah-panjang (3–5 tahun) karena karakteristiknya sebagai pelindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian global.
Dengan memantau level support dan resistance, serta berita ekonomi makro, investor dapat menentukan timing beli/jual yang optimal.
Pergerakan harga emas hingga akhir Kuartal II 2025 akan sangat dipengaruhi kebijakan moneter The Fed dan dinamika geopolitik global.[dit]











