Pentingnya Menjaga Lisan: Meneladani Ajaran Rasulullah

Pentingnya Menjaga Lisan: Meneladani Ajaran Rasulullah/(ilustrasi/@pixabay)
  1. Mengembangkan Kebiasaan Dzikir Mulut

Sederhana, mengucap “Subḥāna llāh”, “Al-ḥamdu lillāh”, “Allāhu Akbar”, dan “Lā ilāha illā llāh” menggantikan perkataan sia-sia. Selain mendapatkan pahala, hati pun terjaga dari pikiran negatif.

  1. Latih Empati dalam Komunikasi Sehari-hari

Mendengarkan dengan saksama sebelum berbicara, menanyakan kabar orang lain, dan memberi pujian sejati adalah wujud lisan yang menjaga silaturahim. Rasulullah ﷺ senantiasa mengutamakan kelembutan kata, bahkan kepada anak-anak dan hewan.

  1. Menahan Amarah dengan Kalimat Terbaik

Dalam kondisi marah, biasanya lisan mudah menyinggung perasaan. Ingatlah firman Allah dalam QS. Āli ‘Imrân [3]: 134 tentang orang yang menahan amarah dan memaafkan. Tarik napas, baca “A’ūdzu billāhi minasy-syaitānir rajîm”, kemudian ucapkan kalimat yang menyejukkan.

Menjaga lisan adalah investasi pahala dan keharmonisan sosial. Dengan meneladani Rasulullah ﷺ, setiap kata menjadi amal yang mendekatkan kita kepada Allah dan menjaga kehormatan diri di zaman penuh tantangan.[dit]

Exit mobile version