Jemaah Haji Banyak yang Wafat Sebelum Puncak, DPR Dorong Investigasi Proses Pemeriksaan Kesehatan

Menhaj melepas langsung kepulangan perdana jemaah haji Indonesia ke Tanah Air sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan pelayanan selama operasional haji berlangsung./net.

Menurutnya, proses penyaringan kesehatan harus dilakukan secara berlapis dan melibatkan keluarga.

“Keluarga jangan justru mendorong keberangkatan dengan alasan yang tidak logis, seperti keinginan wafat di Tanah Suci. Itu harus diluruskan,” katanya.

Maman mengingatkan bahwa kematian bukanlah sesuatu yang bisa dirancang. Ia pun mendesak agar Kementerian Kesehatan, tim medis, dan keluarga terus menanamkan kesadaran bahwa faktor kesehatan adalah syarat mutlak dalam keberangkatan haji.

“Faktor kesehatan harus jadi prioritas utama,” pungkas Maman.

Diketahui, Operasional haji 1446 H/2025 M masih memasuki fase pemberangkatan jemaah ke Arab Saudi. Hingga, Minggu (25/5) lebih dari 160.000 jemaah tiba di Tanah Suci, sementara jemaah wafat bertambah menjadi 58 orang.

Jumlah jemaah wafat ini mengacu pada data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) yang diakses pada Minggu (25/5) pukul 12.00 WIB. Mayoritas jemaah wafat adalah laki-laki.[zul]