Timnas Indonesia vs China di GBK pada Matchday ke-9 Kualifikasi Zona Asia

Timnas Indonesia vs China di GBK pada Matchday ke-9 Kualifikasi Zona Asia

Meski komposisi pemain China terbilang lengkap, inkonsistensi di empat laga terakhir (semuanya berujung kekalahan) menunjukkan bahwa masalah pada lini belakang dan daya gedor tetap menjadi pekerjaan rumah besar bagi pelatih Branko Ivankovic.

Salah satu kunci kemenangan bagi Indonesia adalah memanfaatkan kelemahan pertahanan China yang telah kebobolan 19 gol dari delapan laga, termasuk kekalahan memalukan 0-2 dari Australia dan 0-1 melawan Arab Saudi.

Garuda harus bermain cepat, memanfaatkan ruang di sayap, serta melakukan pressing tinggi untuk memancing kesalahan lini belakang China.

Kreativitas Thom Haye di lini tengah menjadi kunci dalam meredam pergerakan Wang Shangyuan dan memutus suplai bola ke penyerang Zhang Yuning.

Sementara itu, ketepatan penyelesaian akhir Ole Romeny dan Rafael Struick mesti terjaga agar peluang-peluang matang dapat dikonversi menjadi gol.

Di sisi lain, China akan mengandalkan duet Wei Shihao—yang sering menjadi momok bagi pertahanan lawan—untuk menyisir sisi sayap.

Bola mati menjadi andalan lain; China dikenal mampu memanfaatkan situasi set-piece lewat sundulan cepat Zhang Yuning. Faktor mental juga menjadi poin penting, karena klub Negeri Tirai Bambu tersebut tengah tertekan akibat hasil minor di tiga pertandingan terakhir Grup C.

Sebaliknya, dukungan penuh suporter di GBK diharapkan bisa menjadi “tangan kanan” bagi Garuda untuk tetap sabar dan disiplin dalam skema permainan.

Setelah melihat tren positif Indonesia dan rapuhnya barisan belakang China, kami memprediksi skor akhir Indonesia 2-1 China.

Gol kemenangan diperkirakan tercipta melalui kombinasi serangan cepat dan kreativitas lini tengah, meski China diyakini akan mampu membalas satu gol lewat skema bola mati.[dit]

Exit mobile version