Gelombang PHK Melonjak di Indonesia, Analisis Rektor Unair Mohammad Nasih

Gelombang PHK Melonjak/(pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Lonjakan angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor industri menjadi sorotan Guru Besar dan Rektor Universitas Airlangga (Unair), Mohammad Nasih.

Menurutnya, ketidakpastian ekonomi global mendorong kebijakan efisiensi perusahaan yang memicu PHK massal. Selain itu, regulasi pemerintah yang dinamis dan belum stabil turut memperburuk situasi.

Nasih mengungkapkan bahwa gelombang PHK bukan hanya memengaruhi kondisi ekonomi nasional, tetapi juga menimbulkan kecemasan sosial.

Pengangguran yang meningkat dapat menekan daya beli masyarakat, memperlambat pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), serta meningkatkan beban program bantuan sosial.

Namun, ia optimis sektor perbankan bisa membantu menahan laju PHK melalui penyaluran investasi produktif.

Krisis Ekonomi Global – Fluktuasi harga komoditas dan perlambatan perdagangan internasional.

Kebijakan Perusahaan – Restrukturisasi dan pemangkasan biaya operasional yang berdampak pada tenaga kerja.

Regulasi Pemerintah – Perubahan kebijakan perpajakan dan ketenagakerjaan yang belum sepenuhnya memberikan kepastian.

Dampak sosialnya meliputi meningkatnya angka kemiskinan, turunnya konsumsi rumah tangga, dan potensi konflik sosial di daerah padat industri.

Exit mobile version