Kementerian UMKM Genjot Rasio Kewirausahaan Nasional dari 3,1% ke 3,2% pada 2025

Optimalisasi UMKM Indonesia/(ilustrasi/@pixabay)

Pada sisi pembiayaan, skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan skema pembiayaan syariah akan ditingkatkan porsinya bagi pelaku yang terlibat program akselerasi.

Program ini dirancang untuk menjembatani gap modal dan memperkuat cash flow pelaku UMKM.

Dalam kesempatan sama, Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari, menyoroti pentingnya dukungan lebih bagi pengusaha menengah. Ia menilai program saat ini masih terlalu terpusat pada usaha mikro dan kecil.

“Perlu afirmasi bagi pengusaha menengah agar mereka bisa tumbuh berkelanjutan dan berkontribusi lebih besar pada ekonomi nasional,” tegasnya.

Peringatan Hari Kewirausahaan Nasional 10 Juni ini juga menjadi momentum untuk membangun sinergi antara pemerintah, pelaku UMKM, dan organisasi pengusaha.

Dengan target rasio kewirausahaan 3,6% pada 2029, langkah kolaboratif ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak wirausahawan sukses yang menjadi tulang punggung perekonomian.[dit]