Target Pengurangan Emisi Industri Nikel pada 2045

Tambang nikel/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Indonesia, sebagai produsen 60 % nikel dunia, kini memfokuskan upaya transisi energi berkelanjutan dan pembangunan rendah karbon untuk menurunkan emisi industri nikel hingga 81 % pada 2045.

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas, Leonardo Sambodo, mengungkapkan kolaborasi strategis dengan World Resources Institute (WRI) Indonesia melalui Peta Jalan Dekarbonisasi Industri Nikel Nasional sebagai pijakan konkret mendukung komitmen Net Zero Emissions sebelum 2060.

Penyusunan peta jalan melibatkan lebih dari 30 perusahaan tambang dan smelter nikel di Sulawesi dan Maluku Utara, 15 kementerian/lembaga, serta kalangan akademisi.

Pendekatan ini memastikan roadmap dekarbonisasi mampu menyentuh seluruh rantai nilai—from ekstraksi hingga hilirisasi—dengan memadukan keahlian industri, kebijakan pemerintah, dan riset ilmiah.

Peta jalan ini mengusung empat pilar strategis:

Efisiensi Energi dan Material – Optimalisasi proses smelting agar penggunaan energi dan bahan baku lebih hemat.