Gencatan Senjata Trump Dilanggar dan Terancam Gagal

Iran mengebom pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Qatar, Al Udeid Airbase, Senin (23/6/2025), sebagai balasan atas serang AS ke tiga instalasi nuklir Iran pada Minggu (22/6/2025)/Foto X.

“Israel telah mengeliminasi dua ancaman eksistensial langsung – baik dalam ranah nuklir maupun rudal balistik,” kata Netanyahu dalam pernyataan pemerintah.

“IDF juga telah menguasai penuh wilayah udara Tehran, menghantam keras kepemimpinan militer Iran, dan menghancurkan puluhan target kunci milik rezim di Iran.”

“Israel berterima kasih kepada Presiden Trump dan Amerika Serikat atas dukungannya dalam pertahanan serta partisipasinya dalam menghilangkan ancaman nuklir Iran,” lanjutnya.

Gencatan senjata yang diupayakan Presiden Trump sempat disambut secara hati-hati oleh Iran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan bahwa negaranya akan menghentikan serangan balasan asalkan Israel menghentikan serangan udara terhadap wilayah Iran mulai pukul 04.00 waktu Teheran.

Namun, peluncuran rudal yang dilakukan Iran pada Selasa pagi dianggap Israel sebagai pelanggaran serius terhadap perjanjian tersebut. Hal ini langsung memicu perintah serangan balasan dari Menhan Israel.

Trump sebelumnya mengumumkan lewat platform media sosial Truth Social: “Gencatan senjata kini berlaku. JANGAN MELANGGARNYA!”

Belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran terkait tuduhan pelanggaran gencatan senjata maupun serangan Israel yang diperintahkan setelahnya.

Kementerian Luar Negeri Iran juga belum mengeluarkan pernyataan terbaru mengenai status gencatan senjata yang mereka nyatakan bersedia patuhi jika Israel menghentikan agresinya.[zul]

Exit mobile version