Sekjen NATO Mark Rutte menyambut positif langkah Inggris yang “memperkuat aliansi”. Namun, beberapa kelompok anti-nuklir mengkritik kebijakan ini, menilai potensi eskalasi perlombaan senjata.
Pemerintah Inggris beralasan bahwa modernisasi pertahanan penting untuk menghadapi agresi Rusia dan penarikan bertahap AS dari Eropa.
Di sisi politik, oposisi Parlemen mendesak transparansi anggaran dan debat publik soal etika nuklir. Meski menuai pro-kontra, keputusan ini menegaskan peran aktif Inggris dalam menjaga keamanan Eropa dan solidaritas NATO.[dit]










