Pasar Saham Global Bergairah, IHSG Ikut Menghijau di Tengah Isu Dagang AS
JAKARTA, FAKTANASIONA.NET - Sentimen positif menyelimuti mayoritas pasar saham dunia pada perdagangan hari Rabu, 9 Juli 2025. Tren penguatan ini terjadi meskipun bursa Wall Street bergerak fluktuatif, didorong oleh harapan akan tercapainya kesepakat…
JAKARTA, FAKTANASIONA.NET - Sentimen positif menyelimuti mayoritas pasar saham dunia pada perdagangan hari Rabu, 9 Juli 2025. Tren penguatan ini terjadi meskipun bursa Wall Street bergerak fluktuatif, didorong oleh harapan akan tercapainya kesepakatan dagang yang lebih baik antara Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump dengan mitra-mitra dagangnya.
Upaya diplomasi ini dilakukan menjelang pemberlakuan tarif impor baru yang dijadwalkan akan segera berlaku.
Investor di berbagai belahan dunia merespons dengan optimisme, berharap negosiasi yang tengah berjalan dapat mencegah perang dagang yang lebih luas. Penguatan bursa menjadi cerminan harapan pasar terhadap stabilitas ekonomi global yang lebih terjamin.
Di tengah dinamika ini, pasar saham Indonesia pun menunjukkan kinerja yang solid, menandakan kepercayaan investor domestik yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona positif, melanjutkan tren penguatan harian.
Di benua Eropa, bursa-bursa utama menunjukkan performa yang meyakinkan. Indeks DAX Jerman tercatat mengalami kenaikan signifikan sebesar 0,7%, sementara CAC 40 Prancis juga melonjak 0,8%.
Di Inggris, indeks FTSE 100 bergerak naik tipis 0,1%. Tren serupa juga terlihat di kawasan Asia. Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup dengan penguatan 0,3%, dan Kospi Korea Selatan naik sebesar 0,6%.
Penguatan di bursa Jepang dan Korea Selatan ini tidak lepas dari upaya negosiasi dagang kedua negara tersebut dengan AS sebelum tarif baru diberlakukan pada awal Agustus mendatang.
Berbeda dengan tren positif di sebagian besar Asia, pasar saham China justru bergerak di zona merah. Indeks Hang Seng di Hong Kong terkoreksi cukup dalam sebesar 1,1%, diikuti oleh pelemahan tipis Indeks Shanghai Composite sebesar 0,1%. Namun, pelemahan di China tidak menular ke pasar domestik.
IHSG menunjukkan kekuatannya dengan ditutup naik 0,57% atau 39,52 poin ke level 6.943,9. Hal ini membuktikan bahwa fundamental pasar modal Indonesia masih cukup kuat untuk menahan sentimen negatif regional dan mampu bergerak seirama dengan optimisme pasar global.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.