Ini adalah peluang emas untuk mendorong ekspor, meningkatkan investasi, dan memperkuat daya saing industri dalam negeri di kancah internasional. Kesepakatan ini tidak hanya tentang angka, tetapi juga tentang kepercayaan dan keterbukaan antara dua kekuatan ekonomi.
Setelah mengamankan kesepakatan ekonomi, agenda Presiden Prabowo dilanjutkan dengan dialog bilateral bersama Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa. Rangkaian diplomasi tingkat tinggi ini akan ditutup dengan kunjungan kehormatan kepada Raja Belgia, Philippe Léopold Louis Marie, di Istana Laeken.
Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, pertemuan dengan Raja Belgia menjadi simbol penguatan hubungan bilateral kedua negara. Langkah ini diharapkan dapat membuka jalan bagi kerja sama konkret di berbagai sektor strategis, mulai dari teknologi, investasi hijau, hingga pertukaran budaya, yang akan membawa manfaat jangka panjang bagi rakyat Indonesia dan Belgia.[dit]











