BNPB: Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air Hingga 21 Juli 2025

Petugas dari tim gabungan berupaya memadamkan api yang membakar lahan di Nagari Kapuh, Kecamatan XI Koto Tarusan, Kabupaten Pesisir Barat, Sabtu (19/7/2025)/Dok. BNPB.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Mamasuki pekan keempat bulan Juli 2025, peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan beberapa peristiwa bencana lain melanda sejumlah daerah di Indonesia antara lain di Provinsi Aceh, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Dalam rilis resminya yang diterima redaksi, Senin (21/7/2025) diungkapkan bahawa dari ujung barat Indonesia, seluas lima hektare lahan di Desa Alur Gading, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh dilalap si jago merah pada Sabtu (19/7).

Kebakaran yang diketahui pada pukul 20.49 WIB ini berhasil dipadamkan pada pukul 01.37 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan aparat penegak hukum.

Di Kabupaten Aceh Besar, angin kencang menerjang 17 gampong di tujuh kecamatan dengan kecepatan angin rata rata 35 knot (64 km/jam).

Hal ini mengakibatkan pepohonan tumbang dan atap bangunan warga rusak diterpa angin kencang. Sebanyak 23 Kepala Keluarga (KK) terdampak peristiwa yang gterjadi pada Sabtu (19/7).

Hingga kini, BPBD Kabupaten Aceh Besar masih melakukan upaya penanganan dengan pembersihan pohon tumbang dan asesmen korban jiwa dan kerusakan bangunan.

Sementara itu, di wilayah Sumatera Selatan, titik api terdeteksi di beberapa kabupaten dan kota. Titik api ini mulai terdeksi sejak awal tahun 2025. Total titik api terdeteksi mulai Januari hingga Juli (19/7) sebanyak 2.102 hotspot.

Adapun kabupaten kota terdampak karhutla antara lain Kabupaten Ogan Ilir, penukal Abab Lematang Ilir, Lahat, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Muara Enim, dan Kota Prabumulih. Total lahan terbakar di wilayah ini mencapai 56,70 hektare.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerjunkan satgas udara untuk membantu satgas darat dalam menanggulangi penyebaran karhutla di wilayah Provinsi Sumatera Selatan dengan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Kegiatan OMC yang dilakasanakan sejak tanggal 13 Juli telah berakhir pada 19 Juli 2025 dengan akumulasi penerbangan sebanyak delapan sorti dan menghabiskan 6.400 kilogram bahan semai natruim Klorida (NaCl).

Beralih ke Sumatera Barat. Cuaca panas di wilayah Kabupaten Tanah Datar selama beberapa hari memicu kebakaran lahan pada hari Sabtu (19/7/2025) sekitar pukul 12.00 WIB.