IHSG Melemah di Sesi I: Sektor Energi Terdepan dalam Pelemahan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 24,86 poin atau 0,33% ke level 7.512,90 pada sesi I perdagangan. Rentang pergerakan hari ini berkisar antara 7.462 hingga 7.560. Selama sesi I, sebanyak 16,19 miliar sah…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 24,86 poin atau 0,33% ke level 7.512,90 pada sesi I perdagangan. Rentang pergerakan hari ini berkisar antara 7.462 hingga 7.560.
Selama sesi I, sebanyak 16,19 miliar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi sekitar Rp 8,17 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat 1.180.868 kali transaksi. Dari keseluruhan, 330 saham menguat, 268 saham terkoreksi, dan 201 saham stagnan. Aktivitas beli dan jual yang masih berhati-hati mencerminkan ketidakpastian global dan domestik.
Sektor Saham yang Menguat dan Melemah
Sektor energi memimpin pelemahan, turun 0,54%, diikuti keuangan (-0,38%), barang baku (-0,06%), dan barang konsumsi primer (-0,04%). Sebaliknya, sektor kesehatan meningkat 1,61%, teknologi 1,22%, infrastruktur 1,05%, barang konsumsi non-primer 0,98%, dan transportasi 0,59%.
Saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) dan PT Berlina Tbk (BRNA) melonjak hingga auto rejection atas, masing-masing 25% dan 24,63%. Sementara top losers dipimpin PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) dan PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) yang anjlok 11,11%.
Investor mulai memantau kinerja korporasi di tengah prospek pendapatan kuartal III, serta perkembangan suku bunga AS dan kebijakan pemerintah domestik. Sektor energi yang melemah memberi peluang bagi pelaku pasar memanfaatkan koreksi untuk akumulasi jangka panjang, terutama menjelang rilis data pertumbuhan ekonomi triwulan II.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.