INTERNASIONAL, FAKTANASIOANAL.NET – Pemerintah Malaysia memanggil manajemen TikTok karena dinilai lamban menangani penyebaran berita palsu dan konten berbahaya. Menteri Komunikasi Malaysia, Fahmi Fadzil, mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambannya respons TikTok, bahkan sampai ia harus menghubungi langsung CEO TikTok, Shou Zi Chew.
Kasus terbaru yang memicu kemarahan adalah seorang pengguna TikTok yang mengaku sebagai ahli patologi dan menyebarkan klaim terkait kematian seorang remaja terkenal. Fahmi menegaskan bahwa kasus seperti ini adalah kejahatan serius, dan TikTok dinilai tidak bergerak cepat memberikan data yang dibutuhkan polisi.
