Sushila Karki bukanlah sosok baru dalam perjuangan melawan korupsi di Nepal. Namanya dikenal luas sebagai hakim yang berani dan tanpa kompromi. Pada 2016, ia menjadi perempuan pertama yang menduduki jabatan Ketua Mahkamah Agung. Salah satu putusannya yang paling dikenang adalah saat ia menjatuhkan hukuman penjara kepada Jay Prakash Gupta, seorang menteri aktif, atas kasus korupsi pada 2012. Langkah ini menjadi tonggak sejarah, karena untuk pertama kalinya seorang menteri yang sedang menjabat dipenjara karena korupsi.
Keberanian Karki sering kali membuatnya berbenturan dengan pihak eksekutif. Pada 2017, ia bahkan sempat menghadapi mosi pemakzulan dari parlemen karena dianggap terlalu ikut campur dalam urusan pemerintahan, khususnya terkait pengangkatan Kepala Polisi. Meski menghadapi tekanan politik, integritasnya tidak pernah goyah. Dengan latar belakang pendidikan ilmu politik dari Banaras Hindu University di India dan karier hukum yang cemerlang sejak 1979, Karki dianggap sebagai figur yang tepat untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.[dit]
