Dari sisi kesehatan, alasan larangan ini bisa jadi lebih praktis. Bantal yang digunakan untuk kepala bersentuhan langsung dengan rambut, wajah, bahkan terkadang air liur saat tidur. Mendudukinya dengan pakaian yang mungkin kotor setelah beraktivitas seharian dapat memindahkan kuman dan bakteri ke bantal. Ketika bantal tersebut digunakan kembali untuk tidur, kuman dapat berpindah ke wajah dan berpotensi menyebabkan masalah kulit seperti jerawat atau iritasi. Sementara itu, dalam ajaran agama Islam, tidak ditemukan dalil spesifik yang mengharamkan atau melarang duduk di atas bantal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa larangan ini lebih berakar pada norma kesopanan dan alasan kebersihan, bukan sebuah larangan agama atau mitos yang harus ditakuti.[dit]
Mitos atau Fakta? Mengungkap Misteri Larangan Duduk di Atas Bantal
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Dia menjelaskan berdasarkan data yang dimiliki, ada sekitar 20 perwira aktif Polri yang masih menduduki jabatan stuktural di kementerian, badan, dan lembaga yang tidak disebutkan dalam peraturan Kapolri nomor 10/2025…

Salah satu hal yang membuat festival ini istimewa adalah kolaborasi lintas generasi yang ditampilkan. Mantan vokalis Dewa 19 ini tidak tampil sendiri, melainkan berbagi panggung dengan 50 pelajar dari berbagai…

Di masa lalu, ketika teknologi kedokteran belum secanggih sekarang, kesalahan dalam mendiagnosis kematian sangat mungkin terjadi. Kondisi seperti catalepsy, di mana seseorang mengalami kekakuan otot, pernapasan melambat, dan penurunan kesadaran…








