Krisis Kepemimpinan, Erick Thohir Diminta Mundur Sebagai Ketum MES

Tim 9 Penyelamat MES bertemu dengan Ketua Dewan Pembina MES KH Ma’ruf Amin/Dokpri.

“Karena itu, Munaslub adalah satu-satunya jalan keluar. Ini bukan agenda politik, tetapi langkah penyelamatan organisasi,” jelas Babun.

Tim 9 juga telah berkoordinasi dengan Ketua Dewan Pembina MES KH Ma’ruf Amin agar pelaksanaan Munaslub mendapat legitimasi penuh.

Kelompok ini beranggotakan sembilan tokoh dari berbagai daerah, di antaranya Prof. Babun Suharto (Jember), Djafar Muhtar Asiari (Gorontalo), Heru Hidayat (Kalteng), Pinto Wahyudi (Bali), Awaludin Razab (Kalbar), M. Irkham Fukhurudin (Kendal), Harry Maksum (Jabar), Evan Setiawan (Bengkulu), dan Ahmad Wira (Sumbar).

“Kami tidak menentang Erick Thohir sebagai pribadi, tetapi menolak kevakuman yang menghambat pergerakan organisasi,” tegas Babun.

Lebih lanjut, Tim 9 menilai MES seharusnya berperan sebagai motor utama ekonomi syariah Indonesia, menjadi penghubung antara ulama, pengusaha, dan regulator. Namun, dalam dua tahun terakhir, peran strategis itu nyaris tidak terlihat.

“Jika vakum terus berlanjut, Indonesia akan tertinggal dari negara lain dalam arus ekonomi halal global. Padahal, kita seharusnya menjadi pemain utama, bukan sekadar penonton,” ujar Babun.

Tim 9 berharap Munaslub segera digelar agar kepengurusan baru terbentuk dan arah organisasi kembali jelas.

“MES harus bangkit. Kami ingin organisasi ini kembali aktif, solid, dan membawa manfaat nyata bagi penguatan ekonomi umat,” pungkasnya.[zul]

Exit mobile version