“Pada akhirnya Presiden Jokowi terpancing berkomentar soal kereta cepat. Itu penanda bahwa ada sesuatu yang dia antisipasi,” ujar Rocky. Ia menilai respons Jokowi ini sebagai upaya untuk menghindar dari sorotan publik yang kini berfokus pada dugaan korupsi. Rocky bahkan menyebut isu kereta cepat ini lebih efektif menyorot citra Jokowi dibandingkan isu dinasti politik atau ijazah palsu sebelumnya.
Fokus pada Dugaan Korupsi, Bukan Manfaat Sosial
Rocky Gerung menegaskan bahwa perdebatan publik saat ini bukanlah soal penting atau tidaknya modernisasi transportasi publik. Fokus utamanya, menurut Rocky, adalah pada dugaan penyimpangan anggaran dan potensi korupsi dalam proyek tersebut.
“Yang penting soal ini sudah masuk di dalam wacana korupsi karena KPK sudah turun tangan,” tambahnya. Rocky menekankan bahwa masalah utamanya adalah potensi kerugian negara yang mungkin disebabkan oleh salah perencanaan, dugaan mark-up, atau cash back. “Jadi masalahnya bukan keuntungan sosial, tapi kerugian yang disebabkan oleh salah perencanaan,” tegasnya.[dit]











