Misalnya, keputusan Anda untuk pindah pekerjaan demi gairah (passion) mungkin tidak dipahami oleh seseorang yang memprioritaskan stabilitas finansial di atas segalanya. Tidak ada yang salah atau benar secara absolut; yang ada hanyalah perbedaan prioritas. Menerima ini membebaskan kita dari kebutuhan untuk terus-menerus membela pilihan hidup kita.
Fokus pada Penerimaan Diri (Self-Acceptance)
Energi yang kita habiskan untuk membuat orang lain mengerti kita jauh lebih baik dialokasikan untuk memahami dan menerima diri sendiri. Ketika Anda yakin dengan alasan di balik tindakan Anda, ketika Anda berdamai dengan nilai-nilai Anda, validasi dari orang lain menjadi bonus, bukan kebutuhan.
Penerimaan diri adalah fondasi yang kokoh. Jika Anda tahu siapa Anda dan mengapa Anda melakukan apa yang Anda lakukan, kritik atau kebingungan dari orang lain tidak akan menggoyahkan Anda. Anda bisa menghargai masukan mereka tanpa harus membiarkannya mendefinisikan Anda. Pada akhirnya, satu-satunya orang yang harus sepenuhnya mengerti jalan hidup Anda adalah Anda sendiri.[dit]











