Di sisi lain, PHE memperkirakan produksi gas akan mengalami sedikit penurunan sekitar 3%, dari 2.833 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) tahun lalu menjadi sekitar 2.750 MMSCFD tahun ini. Tantangan terbesar yang dihadapi sektor hulu migas adalah tingkat penurunan produksi alami (decline rate) yang cukup tinggi. Awang mengungkapkan decline rate untuk minyak mencapai minus 22%, sementara gas minus 16%. Meskipun demikian, Subholding Upstream Pertamina terus berupaya menjaga stabilitas dan meningkatkan efisiensi operasi melalui kegiatan eksplorasi seperti survei seismik 2D dan 3D, serta pengeboran eksplorasi di berbagai sumur.[dit]
Beranda
Ekonomi
Peningkatan Produksi Minyak di Tengah Tantangan Decline Rate Tinggi: Target PHE 2025
Peningkatan Produksi Minyak di Tengah Tantangan Decline Rate Tinggi: Target PHE 2025
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, memaparkan kalkulasi strategis proyek ini. Optimalisasi kilang eksisting RU II Dumai dan RU IV Cilacap oleh PT Pertamina (Persero) diestimasikan mampu menambah…

Jika kondisi ini dibiarkan, distribusi logistik di Kalimantan Barat berada di ambang kelumpuhan. Beban operasional yang tidak sebanding dengan upah angkut membuat para sopir di ambang keputusan untuk berhenti beroperasi….

Pertamax Turbo: Mengalami penyesuaian dari Rp13.100 per liter menjadi Rp19.400 per liter. Dexlite: Mengalami penyesuaian dari Rp14.200 per liter menjadi Rp23.600 per liter. Pertamina Dex: Mengalami penyesuaian dari Rp14.500 per…








