Sarwendah menegaskan bahwa yang perlu dilakukan Ruben hanyalah mengirim chat WhatsApp untuk mengoordinasikan jadwal pertemuan. Ia berulang kali meminta agar masalah ini tidak diperpanjang demi kesejahteraan anak-anak. Ia juga memastikan bahwa tidak ada pihak yang mempersulit Ruben untuk bertemu dengan anak-anaknya. “Enggak ada yang mempersulit ketemu ayahnya. Anak-anak juga punya jadwal, ayahnya juga punya jadwal. Aku punya tanggung jawab untuk mengurus anak-anak. Jadi tinggal koordinasi,” jelasnya.
Menolak Komentar Soal Nafkah
Lebih lanjut, Sarwendah mengungkapkan bahwa Ruben sebagai ayah telah mengetahui nomor hand phone baru dari anak-anaknya. Hal ini membuktikan bahwa komunikasi antara ayah dan anak dapat terjalin. Ketika ditanya oleh awak media mengenai klaim uang nafkah senilai sekitar Rp200 juta yang diberikan Ruben setiap bulannya, Sarwendah memilih untuk tidak menjawab dan menyerahkan hal tersebut kepada tim kuasa hukumnya.[dit]
