Meski demikian, ia menekankan perlunya verifikasi lebih lanjut terhadap sumber utama internet guna menghindari kesalahan interpretasi yang sering muncul akibat proses penyuntingan oleh netizen.
Proses forensik digital dilakukan secara objektif untuk melihat berbagai kemungkinan, termasuk kesamaan lokasi pengambilan gambar.
Meskipun ada kecenderungan kemiripan latar belakang, Abimanyu mengingatkan agar publik tidak terburu-buru mengambil kesimpulan asmara hanya berdasarkan teknik “cocoklogi” tanpa bukti autentik yang lebih dalam.[dit]











