Di Desa Tumingki, dampak cuaca ekstrem ini bahkan mengakibatkan satu unit rumah hanyut terbawa arus serta kerusakan pada jembatan penghubung antar desa yang sangat vital bagi mobilitas warga.
Banjir tidak hanya merusak hunian pribadi, tetapi juga fasilitas pendidikan dan perkantoran. Di Desa Lumpangi, beberapa sekolah seperti SDN Lumpangi dan sejumlah TK dilaporkan terendam, yang mengakibatkan buku pelajaran serta alat elektronik rusak.
Kepala Pelaksana BPBD HSS, Kusairi, terus mengingatkan masyarakat agar tetap siaga terhadap potensi cuaca ekstrem susulan meski debit air mulai menurun.[dit]











