Venezuela dikenal sebagai pemegang cadangan minyak terbesar di dunia, namun produksinya merosot tajam dalam beberapa dekade terakhir akibat sanksi dan masalah internal. Kontrol AS diharapkan mampu membangkitkan kembali kapasitas produksi yang sempat hilang.
Meskipun peluangnya besar, menghidupkan kembali infrastruktur energi Venezuela bukanlah perkara mudah. Para ahli menyebutkan bahwa dibutuhkan investasi senilai miliaran dolar untuk memperbaiki fasilitas yang sudah tua.
Selain itu, kondisi pasar energi global yang sedang fluktuatif menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan-perusahaan AS yang berencana melakukan ekspansi ke negara tersebut.[dit]











