Langkah ini diambil untuk menjaga keaslian cerita rakyat Kalimantan agar tetap terasa kental bagi penonton. Sutradara ingin menekankan bahwa “Kuyank” bukan sekadar menjual ketakutan, melainkan menampilkan jendela budaya dan tradisi lokal yang jarang tereskpos secara luas.
Aktor kawakan Rio Dewanto mengaku mendapatkan pengalaman baru selama proses syuting. Ia harus mempelajari dialek lokal dan mendalami adat istiadat masyarakat setempat guna menghidupkan karakter Badri.
Baginya, film ini menawarkan teror yang logis karena berakar dari tekanan sosial dan cinta yang terpendam, sehingga memberikan kesan horor yang lebih nyata bagi para penonton.[dit]
