Sementara itu, delapan anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan yang dilantik terdiri dari Johni Jonatan Numberi dan Mohammad Fadhil Hasan dari kalangan akademisi; Satya Widya Yudha dan Sripeni Inten Cahyani dari sektor industri; Unggul Priyanto dari unsur teknologi; Saleh Abdurrahman dari bidang lingkungan hidup; serta Muhammad Kholid Syeirazi dan Surono yang mewakili unsur konsumen.
Usai pelantikan, Bahlil Lahadalia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo. Ia menilai pelantikan ini memiliki nilai historis karena untuk pertama kalinya pengarah DEN dilantik langsung oleh Presiden. Menurutnya, momentum tersebut menandai babak baru dalam penguatan peran strategis DEN di sektor energi nasional.
Bahlil menegaskan bahwa energi menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo, terutama terkait kedaulatan energi, ketahanan energi, dan swasembada energi. Ia menyebut DEN sebagai instrumen penting negara dalam merumuskan kebijakan serta peta jalan energi nasional, sejalan dengan Asta Cita nomor dua yang menempatkan energi sebagai prioritas pembangunan.
Ia juga menekankan bahwa meskipun terdapat anggota baru dari unsur pemangku kepentingan, kerja-kerja DEN telah berjalan sebelumnya, termasuk penyusunan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), pengembangan energi baru terbarukan, hingga dorongan pemanfaatan energi nuklir. Bahlil berharap seluruh agenda DEN dapat dijalankan optimal sesuai arahan Presiden Prabowo selaku Ketua Umum DEN.[Zul]











