Menkeu Purbaya Gagal Penuhi Janji

Menkeu menegaskan pemerintah tengah memeriksa dugaan manipulasi transfer pricing ekspor CPO yang melibatkan sejumlah perusahaan raksasa seperti Wilmar dan Musim Mas./net

Di sinilah kegagalan itu menjadi terlihat. Bukan karena ekonomi Indonesia tiba-tiba memburuk secara drastis, melainkan karena ekspektasi yang dibangun terlalu tinggi dibanding kemampuan sistem untuk merespon.

Pasar keuangan bekerja berdasarkan kepercayaan terhadap masa depan, bukan sekadar niat baik kebijakan. Ketika investor melihat ketidakpastian arah fiskal atau perubahan kebijakan yang terlalu cepat, respon yang muncul adalah kehati-hatian, bukan optimisme.

Dalam praktiknya, ekonomi tidak bergerak mengikuti kalender politik. Stabilitas membutuhkan konsistensi, bukan sekadar pergantian figur atau pernyataan optimistis.

Kini yang tersisa bukanlah perbaikan yang jelas, melainkan jarak antara harapan dan realitas. Di titik ini, publik dan pasar tidak lagi menilai seberapa optimis pernyataan seorang menteri, tetapi seberapa kredibel janji tersebut ketika dihadapkan pada kenyataan ekonomi.

Dan di situlah, janji Menkeu Purbaya terlalu cepat berubah menjadi beban yang sulit dipenuhi.[***]

 

Oleh: Hamdi Putra, Forum Sipil Bersuara (FORSIBER)