“Segala sesuatu yang menyangkut standar halal, kelayakan, dan kualitas harus tetap dijaga. Di sinilah nilai kepemimpinan Letkol Teddy terlihat dalam menjaga kedaulatan regulasi tersebut,” tambahnya.
Meski mengapresiasi transformasi citra Istana yang kini dianggap lebih humanis, Ujang memberikan catatan konstruktif bagi masa depan komunikasi publik pemerintah. Ia menyarankan agar pemerintah segera memperkuat sistem komunikasi satu pintu untuk menghindari tumpang tindih informasi.
Ia mendorong adanya juru bicara khusus yang fokus menangani problematika etika dan teknis agar wibawa pemerintah tetap terjaga di tengah krisis informasi.
“Hal ini bertujuan agar informasi yang diterima rakyat bersifat tunggal dan akurat, menghindari tumpang tindih komentar antarpejabat di ruang publik, serta memperkuat wibawa pemerintah dalam menghadapi krisis informasi,” pungkasnya.
Baca Juga: Kerjasama Bilateral dengan AS, Presiden : Fokus Pada Penguatan Sektor Industri Tanah Air











