Situasi ini menyebabkan rentetan ledakan di beberapa negara tetangga dan memaksa otoritas penerbangan Dubai menghentikan seluruh aktivitas operasional demi keselamatan penumpang sipil, dilansir pada 3 Maret 2026.
Pihak Dubai Airports menyarankan calon penumpang untuk tetap memantau status penerbangan melalui maskapai masing-masing.
Meski mulai beroperasi, jadwal penerbangan belum sepenuhnya normal mengingat kondisi geopolitik yang masih sangat dinamis dan berisiko tinggi.[dit]
