Langkah ini diambil agar prestasi gemilang yang telah diraih para atlet tidak ternoda oleh perilaku tidak terpuji dari oknum ofisial yang seharusnya menjadi pelindung dan teladan.
Sebagai langkah konkret, Kemenpora telah meluncurkan kanal pengaduan resmi melalui email untuk menampung laporan kekerasan seksual di lingkungan pelatnas.
Inisiatif ini dipuji sebagai terobosan untuk meruntuhkan tembok “aksi tutup mulut” yang selama ini sering terjadi karena rasa takut.
Dengan adanya saluran langsung ke pihak berwenang, diharapkan para atlet berani bersuara sehingga proses pembersihan oknum-oknum predator di semua cabang olahraga dapat berjalan lebih efektif dan cepat.[dit]











