Keterlibatan pemasok besar seperti Adaro, Bukit Asam, hingga Kaltim Prima Coal menjadi kunci stabilitas energi nasional tahun ini.
Pasokan jumbo ini diprediksi mampu menjaga Hari Operasi (HOP) PLN hingga akhir Agustus 2026.
Meski stok saat ini dianggap sangat memadai untuk mencegah risiko black out, Rizal menyebutkan bahwa PLN masih memerlukan tambahan sekitar 40 juta ton lagi untuk menggenapi kebutuhan sepanjang tahun 2026.
Dengan total skema DMO mencapai 124 juta ton, masyarakat diimbau tidak perlu khawatir akan adanya gangguan listrik selama momen penting Idulfitri.[dit]










