Opini  

Analisis Geopolitik Pemerintah Tidak Konsisten

/(ilustrasi/@pixabay)

Kedua, inkonsistensi tersebut berpotensi menurunkan kredibilitas komunikasi kebijakan. Dalam isu energi dan geopolitik, pasar dan pelaku ekonomi sangat sensitif terhadap sinyal dari pemerintah.

Jika pejabat kunci memberikan prediksi yang berubah drastis dalam waktu singkat, maka publik bisa menilai bahwa pemerintah belum memiliki skenario yang matang mengenai perkembangan konflik dan dampaknya terhadap ekonomi domestik.

Ketiga, perubahan narasi ini juga menimbulkan kesan bahwa prediksi geopolitik digunakan sebagai alat komunikasi untuk menenangkan publik, bukan sebagai penilaian strategis yang benar-benar berbasis data.

Ketika konflik dianggap akan berlangsung lama, narasi yang muncul adalah kewaspadaan. Tetapi ketika pemerintah ingin meredakan kekhawatiran pasar energi, narasinya berubah menjadi optimisme bahwa perang akan segera berakhir.

Padahal dalam kebijakan ekonomi, terutama yang berkaitan dengan energi dan APBN, yang dibutuhkan bukan optimisme jangka pendek melainkan konsistensi dalam membaca risiko global.

Tanpa konsistensi tersebut, pemerintah berisiko salah membaca situasi dan akhirnya terlambat merespon jika konflik justru berkembang ke arah yang lebih panjang dan kompleks.

Baca Juga : Sejarah: Setiap Krisis Energi Selalu Berujung Harga BBM Naik

HAMDI PUTRA
Forum Sipil Bersuara (FORSIBER)