“Pada Februari ini sekitar 50 juta siswa dan 10,5 juta penerima yang non-siswa, seperti ibu hamil, ibu menyusui dan juga lansia,” jelas Suahasil.
Komitmen Tata Kelola dan Efisiensi
Sebaran 25 ribu SPPG yang menjadi tulang punggung program ini dipastikan telah menjangkau wilayah luas di Indonesia, mencakup pulau Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan.
Pemerintah menekankan bahwa meskipun penyerapan anggaran terhitung masif, aspek pengawasan dan efisiensi tetap menjadi prioritas utama Kementerian Keuangan.
“Tentu ini akan terus kita pastikan supaya dijalankan dengan tata kelola yang baik, dijalankan dengan efisien dan anggarannya tersedia untuk makan bergizi gratis ini,” tandasnya.
Realisasi ini diharapkan dapat terus memberikan stimulus ekonomi bagi penyedia bahan pangan lokal sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pemenuhan gizi yang terukur.











