Pemerintah Alokasikan Rp9,5 Triliun untuk Hilirisasi 870 Ribu Hektare Kebun Rakyat

Kementan/(Instagram)

Verifikasi Lapangan dan Pemetaan CPCL

Di sisi teknis, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan penyisiran data Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) untuk memastikan ketepatan sasaran program.

“Kami turun langsung ke daerah untuk memastikan kesiapan CPCL, memetakan potensi lahan, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pekebun, dan pemangku kepentingan lainnya. Proses ini memang tidak sederhana, namun menjadi langkah penting agar program hilirisasi dapat berjalan optimal,” jelas Roni.

Menurut Roni, hilirisasi ini akan diwujudkan melalui pengembangan berbagai produk turunan, seperti pengolahan gula dari tebu, produk turunan kelapa, hingga hilirisasi cokelat dan rempah-rempah.

Dengan target perluasan yang mencapai ratusan ribu hektare, Kementan berharap desa-desa sentra perkebunan dapat bertransformasi menjadi pusat industri pengolahan baru yang mampu menyerap tenaga kerja lokal.

Langkah ini diharapkan dapat mengubah wajah perkebunan Indonesia dari sekadar penyedia bahan baku dunia menjadi pemain utama industri manufaktur berbasis komoditas pertanian.