MANILA, FAKTANASIONAL.NET – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto dijadwalkan menjadi salah satu pembicara utama dalam sesi Policy Roundtable on Democratic Resilience pada Jumat (27/3).
Di forum itu, Hasto akan membedah topik “Political Party Institutionalization and Strategic Campaign”.
Hasto menghadiri pembukaan rangkaian kegiatan Council of Asian Liberals and Democrats (CALD) di Hotel Dusit Thani, Manila, Kamis (26/3/2026).
Forum bertajuk “All About Democracy” ini menjadi ajang konsolidasi kekuatan politik pro-demokrasi Asia di tengah tantangan kemunduran demokrasi global.
Kehadiran Hasto di Manila didampingi Ketua Departemen Hubungan Internasional DPP PDIP Hanjaya Setiawan, pengurus DPC PDIP Depok drg. Rahma Charliyan, serta beberapa simpatisan Partai.
Satu persatu, para petinggi parpol yang hadir diperkenalkan oleh Moritz Kleine-Brockhoff yang pernah menjabat Kepala Wilayah Asia Tenggara & Timur untuk Friedrich Naumann Foundation for Freedom (FNF).
Saat menyebut Hasto, Moritz mengatakan peraih gelar doktor di Universitas Pertahanan (Unhan) RI itu sebagai sosok pejuang demokrasi yang bahkan sempat dipenjara karena kriminalisasi.
Pernyataan Moritz tersebut sontak mengundang applause dan tepuk tangan. Hasto yang berdiri lalu memberikan tanda hormat kepada seluruh hadirin.
“Hasto adalah salah satu tokoh politik favorit saya,” kata Moritz.
Acara dibuka secara resmi oleh Presiden Partai Liberal Filipina, Lorenzo “Erin” Tañada III. Dalam pidatonya, Tañada menekankan momen bersejarah peringatan 80 tahun Partai Liberal Filipina dan 40 tahun Revolusi People Power (EDSA).
Ia menegaskan bahwa legitimasi kepemimpinan harus didasarkan pada partisipasi aktif, bukan sekadar tradisi.
