Konflik AS-Iran Memanas, Komisi VI DPR Ingatkan BUMN Perkuat Mitigasi Impor Minyak

Ilustrasi BBM di SPBU - Petugas SPBU saat melayani pengisian BBM jenis Pertalite kepada pengendara. PT Pertamina Patra Niaga menegaskan informasi yang beredar terkait pelarangan atau pembatasan Pertalite untuk jenis kendaraan tertentu per 1 Juni 2026 adalah tidak benar atau hoaks./Dok. Pertamina

“Langkah mencari alternatif impor dari kawasan lain saya kira sudah cukup baik. Ini menunjukkan ada upaya mitigasi yang mulai berjalan,” katanya.

Namun, ia mengingatkan bahwa mencari sumber impor baru hanyalah solusi jangka pendek. Menurutnya, kunci utama menghadapi rapuhnya politik dunia adalah dengan memperkuat kemandirian energi dari dalam negeri sendiri.

Menuju Kemandirian Energi Nasional

Rivqy mendesak pemerintah untuk lebih serius mengoptimalkan potensi energi domestik, baik itu cadangan migas yang belum tergarap maupun percepatan transisi ke Energi Baru Terbarukan (EBT).

“Indonesia memiliki sumber daya energi yang besar, baik migas maupun energi baru dan terbarukan. Ini harus dimaksimalkan secara serius dan konsisten agar kita tidak terus bergantung pada dinamika global,” jelas Rivqy.

Menutup pernyataannya, ia meminta pemerintah untuk tetap berkepala dingin dan cermat dalam memantau pergerakan politik internasional agar kebijakan yang diambil tetap berpihak pada kepentingan ekonomi rakyat.

“Pemerintah harus benar-benar cermat membaca situasi global. Jangan gegabah dalam mengambil kebijakan, karena setiap keputusan di sektor energi akan berdampak langsung pada masyarakat luas,” pungkasnya.