Memasuki tahap operasional, tantangan berikutnya adalah menjaga agar ekosistem ekonomi lokal tetap hidup. Karena itu, ARUN mendorong yayasan untuk bekerja sama dengan petani, peternak, dan pelaku UMKM sebagai pemasok utama bahan baku.
Dengan begitu, SPPG tidak hanya menjalankan program gizi, tetapi juga menjadi pembeli tetap bagi produk lokal. Hal ini diharapkan dapat memotong rantai distribusi yang panjang dan memastikan keuntungan tetap berada di tangan produsen kecil.
Ia juga menjelaskan bahwa insentif operasional harian yang mencapai Rp6 juta tidak bisa langsung dianggap sebagai keuntungan bersih. Angka tersebut masih menjadi arus kas yang harus digunakan untuk biaya operasional, dan baru akan berubah menjadi profit setelah melewati titik impas (Break Even Point/BEP) yang dihitung secara ketat selama masa kontrak 24 bulan.
“Namun, penting untuk meletakkan perspektif kita secara jernih, bahwa insentif harian sebesar Rp6 juta bukanlah sekadar angka keuntungan bagi mereka. Ia adalah amanah arus kas operasional yang baru bertransformasi menjadi profit setelah melewati ambang batas titik impas atau Break Even Point (BEP) yang terukur secara ketat dalam periode kontrak 24 bulan,” ungkap Fernando.
Fernando menegaskan, ARUN hadir tidak hanya sebagai pendukung moral, tetapi juga memberikan pendampingan strategis kepada para mitra. Ia menyebut, menjadi investor SPPG bukan sekadar persoalan perhitungan bisnis, melainkan juga membutuhkan ketahanan dalam mengelola operasional hingga mencapai titik impas yang diperkirakan terjadi pada bulan ke-14 hingga ke-20.
Menurutnya, SPPG Mandiri merupakan bentuk kemitraan yang sehat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Keuntungan yang stabil di akhir masa kontrak dinilai sebagai imbal hasil yang wajar atas risiko besar yang ditanggung investor di awal.
ARUN pun berkomitmen untuk terus mengawal program ini agar setiap investasi yang masuk benar-benar menjadi penggerak kebangkitan ekonomi rakyat. Program ini diharapkan mampu memastikan anak-anak mendapatkan gizi yang layak sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.[Mut]











