Selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah, ekspor ini berfungsi sebagai uji coba untuk melihat sejauh mana industri dalam negeri mampu bersaing di pasar global.
Dengan total target mencapai 230 ton, pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan pada produk impor di Arab Saudi serta menciptakan efisiensi biaya operasional haji. Strategi ini juga menjadi peluang besar bagi vendor lokal untuk unjuk gigi dalam skala internasional.
Pengawalan distribusi ini memastikan bahwa jemaah haji Indonesia akan mendapatkan asupan nutrisi yang layak dengan rasa yang akrab di lidah, sekaligus memperkuat rantai pasok ekonomi haji secara berkelanjutan di masa depan.[dit]











